Apa yang dimaksud pengertian properti?

18 Feb 2016

Apa yang dimaksud pengertian properti? Banyak orang yang membicarakan properti sebagai salah satu lahan atau target berinvestasi. Mereka biasanya akan mengatakan bahwa yang dimaksud properti sebagai tujuan investasi adalah tanah dan tanah beserta bangunannya. Apakah aset mobil sebagai properti? Maka di sini perlu menjelaskan mengenai pengertian properti apalagi untuk tujuan komersial.

Menurut kamus besar bahasa Indonesia sendiri bahwa properti memang seperti yang diucapkan banyak orang yaitu tanah dan atau tanah dan bangunannya. Juga termasuk sarana dan prasarana yang ada dalam tanah dan bangunan yang memang merupakan bagian yang tidak terpisahkan. Maksudnya, tanah dan bangunan beserta isi dalam tanah dan bangunan.

Namun menurut Wikipedia sendiri bahwa “Bentuk yang utama dari properti ini adalah termasuk real property (tanah), kekayaan pribadi (personal property) (kepemilikan barang secara fisik lainnya), dan kekayaan intelektual”.

Jadi kalau properti dimaknai hanya sekedar tanah dan bangunan, tentu barang aset kekayaan seperti mobil, motor, televisi dan lainnya maka tidak akan dianggap properti. Padahal, kalau anda berinvestasi ke dalam mobil yang akan digunakan barang sewaan, maka ini akan menjadikannya sebagai aset komersial. Hasil penyewaan mobil tentu adalah pasif income yang bisa jadi lebih besar dari harga pembelian mobil.

Namun juga, apakah harus dianggap bisnis properti bila orang tersebut menjual mobil? Apakah bisa dianggap investasi properti bila sekedar membeli mobil? Kalau sekedar kajian bahasa, maka mobil bisa saja dianggap properti, seperti halnya perabotan rumah tangga. Namun secara menurut dunia investasi properti, maka bukan dianggap properti.

Bisnis properti adalah jenis usaha yang secara langsung atau tidak langsung berkaitan dengan kepentingan rakyat banyak. Masyarakat membutuhkan produk properti, khususnya rumah tinggal, guna memenuhi kebutuhan dasar mereka. Pemerintah berkepentingan memajukan bisnis ini karena dapat membantu menyediakan perumahan rakyat, membuka lapangan kerja, menggerakkan sektor riil, dan menambah pemasukan pajak. Bisnis properti juga memiliki efek berganda karena tidak hanya bermanfaat bagi pengembang, kontraktor, dan konsumen, tetapi juga dapat menggerakkan sektor lain, seperti industri bahan bangunan, industri alat berat, jasa konsultan, jasa perbankan, jasa asuransi, jasa tenaga kerja, dan lain-lain.

Masyarakat dapat turut berpartisipasi dalam bisnis properti dengan menjadi investor properti. Mereka dapat berinvestasi dengan membeli dan menjual produk properti baru dan bekas berbentuk rumah tapak (landed house) atau unit rumah susun (strata title). Mereka pun dapat menyewakan properti kepada orang lain, termasuk orang asing. Dengan cara demikian, investor properti akan mendapat keuntungan berupa uang sewa dan keuntungan dari hasil penjualan aset properti (capital gain).

PROPERTI berasal dari kata aslinya dalam bahasa Inggris, yang arti sebenarnya adalah hak dan kepemilikan atas suatu tanah dan bangunan diatasnya. (lihat : “Kamus Inggris Indonesia” karangan John M. Echols atau lainnya)
Sangat jelas disini baik kata real estate maupun properti memiliki pengertian yang sama, yaitu hak kepemilikan atas tanah dan bangunan yang didirikan diatasnya. Sehingga bisa disimpulkan bahwa real estate dan properti memiliki arti yang sama. Jadi mau menggunakan istilah real estate atau properti terserah anda, tapi kalau anda ke toko buku yang menjual koleksi buku berbahasa Inggris, maka buku buku properti yang ada semua memakai istilah real estate, bahkan para guru dan investor kelas dunia lebih popular menggunakan istilah real estate.


TAGS properti


Comment
-

Author

Blogger Tulen

Follow Me

Search

Recent Post


Archive